Skip to main content

Ada atau tidak nya kandungan boraks pada makanan



MATA KULIAH                   : Penyehatan Makanan Dan Minuman - A
DOSEN PMA                       : KHIKI PURNAWATI KASIM ,SST,M.Kes


Ada atau Tidaknya Kandungan Boraks yang Terkandung Pada Makanan 


DISUSUN OLEH :
M. ABRAR WAHYUDI
PO714221181022

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI DIV SARJANA TERAPAN
TAHUN 2020

A.     DASAR TEORI
Akhir-akhir ini, semakin marak makanan yang beraneka ragam. Dari jajanan pinggir jalan hingga makanan berat. Bentuk, rupa, serta warnanya tentu menggugah selera. Rasanya juga tentu nikmat. Namun, belum tentu sehat dan bergizi. Bahkan, mungkin makanan yang kita konsumsi sehari-hari belum tentu sehat, dan mungkin kita tidak tahu bahwa makanan yang terlihat menjanjikan tersebut bebas dari komponen-komponen yang tidak baik bagi tubuh.
               Sebagai upaya untuk menekan kerugian, seringkali ditemui penjual makanan yang tidak bertanggung jawab. Demi meraup keuntungan yang banyak, oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut kerap menambahkan bahan-bahan yang tidak seharusnya. Bahan-bahan tersebut murah, terjangkau, dan memberi efek bagi fisik makanan tersebut. Dan mempengaruhi rasa, juga teksturnya.
Salah satu bahan yang sering ditemukan dalam makanan sehari-hari yaitu boraks. Suatu senyawa yang termasuk senyawa yang termasuk ilegal apabila dicampurkan dalam makanan. Dampak dari senyawa itu amat buruk hingga dapat menyebabkan kematian. Bahkan penggunaannya sebagai penyedap makanan telah dilarang oleh pemerintah.
Bahan berbahaya tersebut telah menyebar di masyarakat, dan mudah didapat serta terjangkau. Namun, belum banyak masyarakat yang sadar akan adanya senyawa tersebut dalam makanan yang dikonsumsi. Selain itu, masyarakat juga tidak mengetahui dampak apa yang akan disebabkan oleh boraks. Banyak juga yang tahu, namun meremehkan persoalan tersebut.
Untuk mencegah dampak yang semakin meluas, alangkah baiknya apabila masyarakat mengerti cara membedakan makanan yang pantas dan tidak pantas dikonsumsi. Dan menyadarkan masyarakat akan dampak yang akan disebabkan oleh boraks. Sehingga dapat meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat akan kesehatan, serta tingkat kesehatan masyarakat itu sendiri.
Maka, kami telah melakukan percobaan untuk menguji kandungan boraks di makanan yang biasa disantap sehari-hari. Untuk membuktikan ada atau tidaknya senyawa berbahaya tersebut dalam makanan, serta apa efeknya apabila dikonsumsi secara terus menerus. Karena banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui akan adanya boraks dalam makanan. Agar pembaca semakin cerdik dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi, dan dapat menguji makanan tersebut dengan cara yang amat mudah dan simpel.






B.      TUJUAN
·         Kita dapat mengetahui ada atau tidaknya kandungan boraks yang terkandung pada makanan


C.      ALAT DAN BAHAN

·         Alat
3 tusuk gigi

·         Bahan
1.       Rimpang kunyit/ kunyit basah
2.       Sampel Bakso
3.       Sampel Tahu atau tempe yg masih mentah





D.     PROSEDUR KERJA
1.       Siapkan alat dan bahan
2.       Kemudian 3 tusuk gigi ini di tancapkan ke rimpang kunyit yang telah disediakan
3.       Setelah tusuk gigi sudah berwarna cabut tusuk gigi tersebut dari rimpang kunyit
4.       Lalu tusuk gigi tersebut di tancapkan k sampel yang sudah disediakan, kira kira satu menit.
5.       Disini kita memakai 3 tusuk gigi dikarenakan tusuk gigi yang satunya akan dibuatkan sebagai sampel pembanding.
6.       Jika sudah satu menit, cabut tusuk gigi dari sampel.
7.       Amati perubahan warna yang terjadi pada kedua tusuk gigi.
8.       Jika terjadi perubahan warna seperti orange ke merah merahan berarti sampel makanan tersebut mengandung boraks.




      E.      HASIL
Dari hasil yang saya dapatkan bahwa sampel yang saya uji coba tidak mengandung boraks



F.       ANALISA HASIL
Dari hasil praktikum yang saya dapatkan Pada praktikum uji boraks secara kualitatif pada sampel tahu dan bakso pinggiran yang sering kali terindikasi dalam penggunaan boraks, bahan yang digunakan sebagai penguji yaitu rimpang kunyit dan hasil yang di dapatkan adalah negatif atau tidak mengandung boraks, karena tidak ada perubahan warna orange ke merah merahan.



G.     KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan ini bahan makanan uji coba tidak mengandung boraks, hal ini dapat di buktikan dengan melihat warna indikator, di tancapkan pada makanan uji coba tidak mengalami perubahan warna, jika warna  indikator mengalami perubahan warna maka dapat di pastikan bahwa makanan yang telah di uji coba tersebut mengandung boraks yang dapat mengancam Kesehatan siapapun yang mengonsumsinya.

Comments

  1. Laporannya sangat bagus dan membuat saya jadi mengerti bahayanya kandungan boraks pada makanan...

    ReplyDelete
  2. Sangat bagus dan mudah dipahami bagi para pembaca, saran mungkin bisa ditambahkan referensi dan dokumentasi pd saat kegiatan praktikum👍

    ReplyDelete
  3. Laporannya sdh bagus, menurut saya bisa di tambahkan lampiran :)

    ReplyDelete
  4. laporannya sudah bagus dan sangat membantu untuk referensi tambahan pengetahuan. saran saja mungkin penyusunannya bisa diperbaiki, bisa juga ditambahkan referensi yang diambil saat menulis laporan ini, dan agar lebih mudah dipahami bisa ditambahkan foto saat praktikum tersebut dilakukan, mohon maaf bila ada salah kata dan terima kasih sebelumnya^^

    ReplyDelete
  5. Laporannya bagus dan mudah dipahami

    ReplyDelete
  6. Laporannya sudah bagus. Saran, mungkin paragraf penulisannya bisa sedikit diperbaiki

    ReplyDelete
  7. Sangat mudah di pahami dan menambah referensi untuk penggunaan bahan tersebut sebagai pendeteksi boraks

    ReplyDelete
  8. Laporannya sudah bagus, mungkin bsa di tambahkan referensi nya 😊

    ReplyDelete
  9. Laporannya sudah bagus untuk tambahan pengetahuan, setelah membaca saya jadi tahu cara memeriksa boraks dengan cara sederhana. Terimakasih

    ReplyDelete
  10. Sangat membantu saat mencari referensi tugas

    ReplyDelete
  11. Laporannya sangat bagus dan bermanfaat. Saran mungkin bisa di tambahkan referensi dan dokumentasi

    ReplyDelete
  12. Laporannya bagus, menambah pengetahuan dan bisa jadi referensi, bahasanya juga mudah dipahami

    ReplyDelete
  13. Laporannya sudah mantap, kita bisa mengetahui kandungan boraks secara sederhana, dan menambah referensi kedepannya

    ReplyDelete
  14. Mantap kali ini anak Muda, disini kita bisa sama2 belajar dan semoga yang membaca blog laporan ini bisa mengambil pelajaran dari laporan saudara tulis.

    ReplyDelete
  15. ini sangat menarik mungkin bagus kalau kerapian nya juga di perhatikan

    ReplyDelete
  16. Kerenn mentong om wahyu 👌👌

    ReplyDelete
  17. Bagus dan mudah dipahami sangat membantu terima kasih abrar

    ReplyDelete
  18. Ada perbedaan sampel pd alat dan bahan(tahu dan tempe) dengan pd analisa hasil(tahu dan bakso). Yg benar manakah?tidak duanjurkan tempe segar yakk.
    Analisa hasil perlu tambahan ciri2 fisik sampel yg negatif borax.
    Tambahkan saran, dapus dan dokumentasi.

    ReplyDelete

Post a Comment